Showing posts with label Renungan dan Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Renungan dan Motivasi. Show all posts

Jangan Jadi Mahasiswa Yang Mandul

Seorang penulis ingin mencoba mengetengahkan kehadapan pembaca tentang faktor-faktor penyebab ke'mandulan' dan bagaimana upaya kita mencegahnya dengan memberikan solusi kongkret agar kita menjadi mahasiswa produktif yang selalu melahirkan karya-karya besar dan spektakuler, baik karya-karya itu bisa dinikmati oleh orang banyak atau sekurang-kurangnya bisa bermanfaat bagi diri sendiri. Bagaimana caranya menjadi mahasiswa yang produktif? Pertanyaan ini barangkali sering muncul dalam benak kita? Sebagian kita mendapatkan jawaban untuknya, kemudian mengerahkan segenap upaya untuk mewujudkan apa yang menjadi impian. Sebagian yang lain tidak menemukan jawaban atas pertanyaan itu. Ada 2 perumpamaan yang dikatakan si penulis pada pembaca tentang diri kita :

Diri kita ibarat wadah, apa yang kita masukkan kedalamnya, itu juga nantinya yang akan keluar darinya.
Diri kita juga ibarat lahan, apa yang kita tanam diatasnya kelak itu juga yang akan tumbuh darinya.

Pertama, sakit kejiwaan.
Yang penulis maksud adalah kurang adanya semangat dan keinginan yang sungguh-sungguh untuk sukses dan berhasil. Artinya lemah jiwa, lemah semangat, lemah motivasi atau lemah kemauan.

Kedua, tidak punya skill dan potensi.
Yaitu tidak punya kemampuan. Karena tidak pernah atau sangat jarang mengkonsumsi bacaan-bacaan bergizi untuk pertumbuhan, perkembangan dan peningkatan otak. Sehingga akal kosong.Dan orang yang tidak punya apa-apa tidak bisa memberi. Juga karena tidak pernah melatih diri untuk menekuni suatu bidang keilmuwan.

Ketiga, gangguan kesehatan.
Hal ini karena kurang terpenuhinya hak-hak badan. Sehingga sering terkena sakit kepala, sakit mata, sakit perut, lesu dan kurang bergairah dalam menjalani hidup.

Keempat, tidak mengenal diri.
Sehingga salah menempatkan diri. Potensi, semangat dan tenaga yang telah terkumpul menjadi terbuang karena melakukan perkara-perkara yang tidak menghasilkan kebaikan dikemudian hari.

Kelima, kurang pandai mencari teman dan lingkungan bergaul.
Sehingga kehidupan yang dijalani tidak banyak memberi nilai manfaat dan kebaikan.

Keenam, jauh dari Allah Swt.
Kalau seseorang jauh dari Allah Swt maka syetan dan hawa nafsu akan menjadi teman dekatnya yang akan selalu menggiringnya untuk melakukan perbuatan dosa dan maksiat.

Ketujuh, lambat
dan tidak memanfaatkan peluang atau kesempatan yang ada.


Setelah kita mencoba menemukan penyebab 'mandul'nya mahasiswa dalam berkarya sekarang kita akan mencoba pula mengetengahkan obat penawar dan memberikan langkah-langkah pencegahan dari awal.

Pertama, selalulah motivasi diri.
Katakan pada diri kita, "Saya bisa sukses", "Saya ingin jadi orang hebat dan pintar". Katakanlah itu berulang kali pada diri kita. Kata-kata motivasi yang selalu diulang-ulang akan memberi kekuatan mahadahsyat bagi diri kita. Akan timbul rasa percaya diri, optimisme, keyakinan yang kuat, semangat pantang menyerah. Kata-
kata itu ibarat suplemen untuk pembangkit motivasi dan gairah hidup. Semakin sering kita mengatakan pada diri kita bahwa kita bisa, maka kita akan punya semangat hidup, kita tidak akan pernah menyerah dan
kita akan selalu punya semangat setiap kali jatuh dan gagal. Ya, katakanlah, "Saya bias sukses", katakanlah itu dengan penuh rasa yakin tanpa ada keraguan sedikitpun. Ulangilah kata-kata itu setiap hari, setiap waktu. Hal lain yang bisa kita lakukan adalah dengan meminta nasehat, motivasi, cerita pengalaman hidup dari orang-orang sukses. Dan juga dengan membaca perjalanan hidup manusia besar dan sukses dalam sejarah

Kedua, mengkonsumsi bacaan-bacaan dan segala apa yang didengar dan dilihat dari hal-hal yang baik.
Tentunya segala hal yang akan semakin menyuburkan pertumbuhan dan perkembangan akal kita. Kita harus banyak membaca buku. Seorang mahasiswa idealnya menjadikan teman terbaiknya buku, dimanapun dan kapanpun ia berada. Membaca akan memberi pengetahuan, info-info terbaru dan akan merangsang tumbuhnya bibit-bibit pemikiran, ide-ide, dan inovasi. Semakin hal banyak kita membaca akan semakin banyak pengetahuan yang kita miliki. Pilihlah bacaan–bacaan yang bergizi, bernilai vitamin tinggi. Bacaan yang akan menyehatkan otak, menjaga kejernihannyagazine dan meningkatkan kualitasnya. Hindari bacaan yang akan membuat akal kita sakit dikemudian hari dan bacaan yang berisi virus-virus berbahaya. Kalau kita bijak dan tepat memilih bacaan maka kemudian hari otak kita akan berbobot, akan lahir darinya
bibit-bibit ide brilian dan dahsyat. Sebaliknya bila kita sembarangan, tidak bijak memilih apa yang layak dan baik untuk dikonsumsi otak, kelak akan keluar juga darinya hama-hama yang merusak diri sendiri dan orang lain.

Ketiga, jagalah selalu kesehatan kita.
Berikan hak-hak setiap anggota tubuh kita. Tubuh yang sehat akan selalu bersemangat menjalani hidup. Kesehatan tidak didapatkan kecuali bila kita pandai merawat tubuh. Diantaranya dengan istirahat yang cukup, olahraga sesuai dengan hobi dan skill yang kita miliki atau sesuai dengan kemampuan. Disamping itu perhatikan apa yang dimakan dan diminum. Pastikan jelas kehalalan dan kebaikannya. Hindari makan dan minum yang berlebihan. Dan seimbangkan antara protein, karbohidrat, zat besi dan lainnya. Sesuai dengan aktifitas yang biasa Anda lakukan. Ketahuilah, "Akal yang sehat terdapat dalam tubuh yang sehat". Selain itu, jagalah mata dari melihat segala sesuatu yang membuatnya kotor, dari melihat sesuatu yang meny impan racun, seper t I pemandangan yang diharamkan oleh Allah Swt dan RasulNya begitu juga apa yang kita dengar, pikirkan dan inginkan.

Keempat, kenalilah diri.
Petuah bijak mengatakan, "Siapa yang tahu dirinya dia tidak akan binasa". Orang yang tahu sisi lemah dan kekurangan akan insaf dengan dirinya. Ia bisa meletakkan dirinya pada posisi yang tepat. Bila kita memiliki potensi, skill, kemampuan dan berbagai kepintaran lainnya, kerahkanlah semua itu pada hal hal yang akan memberi manfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

Kelima, pilihlah teman dan lingkungan pergaulan kita.
Jangan sembarang memasukkan diri dalam pergaulan dan jangan sembarang berteman. Carilah teman yang darinya kita bisa menimba ilmu dan kebaikan, yang bila kita dekat dengannya ilmu kita bertambah, semangat hidup kita semakin menggebu. Teman yang tidak segan menegur tatkala kita lupa dan lalai. Inilah sebaik teman dalam hidup. Petuah bijak mengatakan, "Pilihlah kawan sebelum berjalan". Teman-teman yang baik ini ibarat dokter yang akan selalu memperhatikan kesehatan akal, hati, iman dan amal kita.

Keenam, jagalah hubungan dengan Allah Swt.
Kalau hubungan kita dengan Allah Swt baik, Allah Swt. akan memperbaiki hubungan kita dengan manusia. Orang yang dekat dengan Allah Swt. selalu berada dalam perlindungan dan petunjuk Allah Swt.. Hidupnya akan penuh keberkahan, keselamatan dan kedamaian. Jalan hidupnya pun terarah, jelas target dan tujuan yang akan dicapai. Tidak ada sebaik pelindung, tempat mengadu, tempat meminta, tempat berharap selain Allah Swt. Makhluk tidak dapat memberikan manfaat dan mudharat kecuali atas izin dariNya. Kalau kita jauh dari Allah Swt. Atau Allah Swt membenci kita, na`udzu billahi minzalik, kepada siapakah lagi kita akan b e r g a n t u n g h a r a p a n , memi n t a perlindungan dan petunjuk di dunia dan di akhirat?

Ketujuh, sigap dan cepat bertindak.
Dunia terus berputar, waktu terus berjalan, persaingan dalam kehidupan akan terus terjadi. Orang-orang lambat dan tidak cepat akan ketinggalan dan tertindas di bawah. Perluas hubungan dengan orang lain, perluas jaringan silaturahmi. Ini bertujuan agar kita tidak ketinggalan informasi. Semakin luas jaringan dan link yang kita punya akan semakin besar kesempatan buat kita untuk mengakses informasi sebanyak-banyaknya. Sehingga dengan demikian kita bisa mengambil peluang dan kesempatan yang tepat sesuai dengan kemampuan, skill, hobi, bakat dan bidang kita. Apa yang penulis utarakan dalam tulisan sederhana ini mungkin belum sepenuhnya mewakili judul diatas, namun ini hanya sebuah upaya dan tawaran yang penulis berikan kepada pembaca. Bisa jadi tawaran ini memberi manfaat. Dan barangkali tulisan ini menjadi pembuka ide bagi yang lain, sehingga ada yang memberi tanggapan, masukan, tambahan, kritik membangun kalau ada hal-hal yang kurang layak dan memberi perbaikan bila terdapat kekeliruan didalamnya. Pada intinya, mahasiswa produktif adalah mahasiwa yang sehat jasmani dan rohani, akalnya penuh dengan ilmu, semangat hidupnya selalu membara, dekat dengan Allah Swt., selalu tepat memilih lahan untuk bercocok tanam ide-idenya dan bijak memilih kawan. Mahasiswa produktif adalah mahasiswa yang selalu menjadikan hari-harinya bermanfaat untuk dunia dan akhiratnya, waktunya tidak berlalu sia-sia. Dimanapun dan kapanpun berada dia selalu bias memberi kebaikan bagi dirinya dan manfaat untuk orang lain. Dan mahasiswa 'mandul ' adalah mahasiswa yang tidak bisa melahirkan karya apa-apa. Karena otak kosong dari ilmu atau isinya kurang sehat. Lemah kemauan, salah pilih kawan, selalu ikut hawa nafsu dan jauh dari Allah Swt.

Kembali pada kita, mau pilih yang mana? si penulis sangat yakin kita semua tidak ingin jadi mahasiswa 'mandul'. Moga saja tulisan sederhana ini menjadi pemacu bagi kita semua, lebih giat, rajin dan sungguh-sungguh dalam menuntut ilmu dan kemudian bisa menghasilkan karya-karya, prestasi, inovasi, dan kreatifitas yang bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, agama dan masyarakat, amin.


Cairo, 02 November 2008
M. Arif As Salman
dikutip dari Majalah "Kampus Kita"


Bener-bener Cinta, apa Kecanduan Cinta??

Istilah kecanduan cinta mungkin bukan istilah yang umum terdengar. Istilah yang sudah umum beredar seperti kecanduan minum, alkohol, narkoba, rokok, kerja, dan lain sebagainya. Meski pun “barang” nya cinta, bukan berarti aman-aman saja bagi pecandunya dan tidak membawa dampak apapun juga. Justru, dampak dari kecanduan cinta ini sama buruknya untuk kesehatan jiwa seseorang. Buktinya, sudah banyak kasus bunuh diri atau pembunuhan yang terjadi akibat kecanduan cinta meski korban maupun pelaku sama-sama tidak menyadarinya...Nah, artikel di bawah ini akan mengulas sekelumit hal-hal yang berkaitan dengan kecanduan cinta.



Image Hosted by ImageShack.us

KECANDUAN PSIKOLOGIS


Di dalam masyarakat sudah banyak sekali kesalahan dalam mempersepsi atau mengartikan cinta sejati dengan cinta yang bersifat candu. Berbagai film, sinetron, atau pun lagu-lagu turut andil dalam menyaru-kan kondisi kecanduan cinta dengan cinta sejati. Akibatnya, banyak orang terjebak dalam pengertian yang keliru antara kecanduan cinta dengan cinta sejati. Contoh ekstrimnya, ada orang yang bunuh diri karena ditinggal pergi kekasih dan orang menilai bahwa cerita ini mencerminkan kisah cinta sejati.


Tanda-tanda :

Pada umumnya individu yang mengalami kecanduan cinta menunjukkan tanda-tanda:


Adanya pikiran obsesif, misalnya terus-menerus curiga akan kesetiaan pasangan, terus- menerus takut ditinggalkan pasangan sehingga selalu ikut ke mana pun perginya sang kekasih/pasangan. Selalu menuntut perhatian dari waktu ke waktu, tanpa ada toleransi dan pengertian Manipulatif, berbuat sesuatu agar pasangan mengikuti kehendaknya/memenuhi kebutuhannya, misalnya : mengancam akan memutuskan hubungan jika mementingkan hobi-nya.


Selalu bergantung pada pasangan dalam segala hal, apapun juga, mulai dari minta pendapat, mengambil keputusan sampai dengan memilih warna pakaian Menuntut waktu, perhatian, pengabdian dan pelayanan total sang kekasih/pasangan. Jadi, pasangan tidak bisa menekuni hobi-nya, jalan-jalan dengan teman-teman kelompoknya, atau bahkan memberikan sebagian waktunya untuk orang tua/keluarga.


Menggunakan sex sebagai alat untuk mengendalikan pasangan Menganggap sex adalah cinta dan sarana untuk mengekspresikan cinta Tidak bisa memutuskan hubungan, meski merasa amat tertekan karena “berharap” pada janji-janji surga pasangan.


Kehilangan salah satu hal terpenting dalam hidup, misalnya pekerjaan atau /keluarga inti demi mempertahankan hubungan Jadi, tidak ada istilah “puas” dalam setiap hubungan yang terjalin antara orang yang kecanduan cinta dengan pasangannya; ibaratnya seperti mengisi gelas bocor yang tidak pernah bisa penuh jika diisi, karena begitu airnya dituang lantas langsung keluar lagi dan airnya tidak pernah luber.


Demikian juga orang kecanduan cinta, mereka tidak pernah mampu membagikan cinta secara tulus pada orang lain karena selalu merasa kehausan cinta. Oleh sebab itu, banyak di antara mereka yang sering berganti pasangan karena merasa harapan mereka tidak dapat dipenuhi sang kekasih. Padahal, meski puluhan kali mereka berganti pasangan, individu yang kecanduan cinta akan sulit membangun hubungan yang stabil dan abadi. Sayangnya, banyak dari mereka yang tidak sadar, bahwa sumber masalah justru ada pada diri sendiri. Mereka lebih sering menyalahkan mantan-mantan kekasihnya/pasangannya.


Penyebab :


Sebenarnya, kecanduan cinta itu adalah kecanduan yang bersifat psikologis karena tidak terpenuhinya kebutuhan psikologis (seperti kasih sayang, perhatian, kehangatan dan penerimaan seutuhnya) di masa kecil. Menurut Erik Erikson - seorang pakar perkembangan psikososial, orang yang pada masa batita-nya tidak mengalami hubungan kelekatan emosional yang stabil, positif dan hangat dengan lingkungannya (baca : orang tua dan keluarga), akan sulit mempercayai orang lain – bahkan sulit mempercayai dirinya sendiri. Selain itu, trauma psikologis yang pernah dialami seperti penyiksaan emosional dan fisik pada usia dini, atau menyaksikan sikap dan tindakan salah satu orang tua yang agresif dan kasar terhadap pasangan, dapat menghambat proses kematangan identitas kepribadian dan kestabilan emosinya. Pemandangan dan pengalaman tersebut kelak berpotensi mempengaruhi pola interaksinya dengan orang lain.

Keterbatasan respon/perhatian dari lingkungan pada waktu itu, dipersepsi olehnya sebagai suatu bentuk penolakan dan penolakan itu (menurut pemahaman seorang anak) disebabkan kekurangan dirinya. Nah, pada banyak orang, masalah ini rupanya tidak terselesaikan dan akibatnya, sepanjang hidup ia berjuang untuk mengendalikanlingkungan atau orang-orang terdekat supaya selalu memperhatikannya. Orang demikian berusaha membuat dirinya diterima dan dimiliki oleh orang lain – meski harus “mengorbankan” diri. Orang ini begitu cemas dan takut jika kehilangan orang yang selama ini memilikinya karena perasaan “dimiliki” ini identik dengan harga dirinya – dan sebaliknya ia akan kehilangan harga diri jika kehilangan pemilik.



DAMPAK

Akibat kecanduan cinta bisa dirasakan secara langsung oleh yang bersangkutan, karena orang itu tidak dapat menikmati hubungan yang terjalin karena pikiran dan perasaannya selalu diliputi ketakutan. Dan tidak jarang ketakutan tersebut makin tidak rasional dan melahirkan tindakan yang tidak rasional pula, misalnya tidak memperbolehkan pasangannya pergi kerja karena takut direbut orang.


Bagi Individu Bersangkutan

Akibat jangka menengah dan jangka panjang adalah individu yang bersangkutan akan berada dalam kondisi emosi yang labil dan menjadi terlalu sensitif. Individu tersebut mudah curiga pada teman, sahabat, kegiatan, pekerjaan, bahkan keluarga pasangannya. Selain itu ia menjadi mudah marah, cepat tersinggung dan bagi sebagian orang bahkan ada yang bertindak agresif dan kasar demi mengendalikan keinginan dan kehidupan pasangannya. Pasangannya tidak diijinkan untuk punya agenda tersendiri; pokoknya harus mengikuti keinginannya dan 100% memperhatikannya. Individu tersebut juga mudah merasa lemah, lelah dan lemas. Pasalnya, seluruh energinya sudah dipergunakan untuk mengantisipasi ketakutan yang tidak beralasan dan melakukan tindakan untuk menjaga pertahanannya. Nah, kehidupan demikian membuat dirinya menjadi manusia tidak produktif. Sehari-hari yang dipikirkan dan diusahkan hanyalah bagaimana supaya “miliknya terjaga”.


Bagi Pasangan :

Banyak orang yang tidak sadar kalau dirinya terlibat dalam pola hubungan yang addictive sampai akhirnya ia merasa stress, tertekan namun tidak berani/takut/tidak berdaya untuk memutuskan hubungan yang sudah berjalan beberapa waktu. Bagi sebagian orang yang cukup sadar dan mempunyai kekuatan pribadi, ia akan berani mengambil sikap tegas dalam menentukan arahnya sendiri. Namun, banyak pula orang yang “memilih” untuk tetap dalam lingkaran demand-supply tersebut karena ternyata dirinya sendiri juga mengalami masalah dan kebutuhan yang sama. Jika demikian halnya, maka hubungan yang ada bukannya mengembangkan dan mendewasakan kedua belah pihak, namun malah semakin memperkuat ketergantungan cinta keduanya. Situasi ini lah yang sering dikaburkan dengan hubungan yang romantis dan cinta buta.


PENANGGULANGAN


Menurut para ahli psikologi dan kesehatan mental, salah satu syarat utama untuk dapat menjalin hubungan yang sehat dan sekaligus menjalani kehidupan yang produktif adalah mempunyai kesehatan mental yang sehat dan identitas diri yang solid. Kondisi positif demikian akan menumbuhkan rasa percaya diri yang kuat sehingga orang

tersebut tidak membutuhkan dukungan dan pengakuan orang lain untuk memperkuat sense of self-nya. Jadi, untuk mengembalikan seseorang pada bentuk hubungan yang sehat, langkah awal yang diperlukan adalah memperkuat pribadinya terlebih dahulu. Dengan meningkatkan sumber kekuatan psikologis secara internal, akan mengurangim ketergantungannya pada kekuatan eksternal. Orang itu harus merasa aman dan percaya dengan dirinya sendiri untuk bisa merasa aman dalam setiap jalinan hubungan dengan orang lain. Ada kalanya, orang-orang demikian membutuhkan bantuan para profesional untuk membimbing dan mengarahkan mereka membangun pribadi yang positif.

Copyright (c) 2000, e-psikologi.com.

Be - Te . . . ! ! !

Wah gue lagi Be-Te! Jangan ganggu gue! Atau gue lagi Be-Te dengan pelajaran fisika dengan pekerjaan, dengan cewek/cowok gue… de …es…be….

Penulis jadi penasaran nih denger istilah kaya gitu, yang sering di ucapkan para pelajar, para mahasiswa, karyawan dan beberapa orang yang penulis temui di warung-warung tempat cangkru’an. Tergeraklah untuk membuka KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) dan ternyata…. Tidak ada istilah seperti itu.

Katanya sih Be-Te itu BT = Boring Time(Waktu yang membosankan). Kata tersebut muncul menggantikan istilah suntuk akibat tidak puas, kecewa, jenuh, bosan, jengkel, atau kondisi yang senada dengan kata itu. Jadi Be-Te merupakan istilah yang tepat untuk menggambarkan rasa ketidakpuasan dan ketidaknyamanan perasaan.

Be-Te = Stres?

Menurut pakar psikologis dosen UNTAG Surabaya, Be-Te tidak bisa disamakan dengan stres. Kalau stres lebih jelas dan lebih lama pengaruhnya terhadap rasa ketidaknyamanan diri, sedangkan Be-Te bersifat sesaat, namun Be-Te yang berlarut-larut bisa menyebabkan stres.



Bagaimana cara Mengatasi Be-te?

Meskipun belum selevel dengan stres, kondisi seseorang yang senantiasa Be-Te dan tidak teratasi dalam waktu yang cepat, kemungkinan besar akan berakibat buruk pada kepribadian seseorang. Ada baiknya jika mencoba beberapa tips berikut ini jika itu terjadi pada kita :

1.

Be - Te

Basuh muka dengan air dingin (bagi yg muslim bisa berwudhu) atau mandi jika perlu biar kita bisa relaks kemudian berdoa mendekatkan diri kepada yang Kuasa.

2.

B E T E !!!

Jika kita dalam keadaan berdiri duduklah, lemaskan otot buat diri senyaman mungkin, atau keluarlah dari ruangan yang pengap.

3. Tenangkan pikiran dengan berbaring merebahkan badan, atur nafas sambil berdoa menurut agama dan pekerjaan masing-masing.

4. Alihkan pandangan keluar dengan melihat kebesaran Tuhan, melihat tumbuhan, tanaman, bunga, daun, dan pohon yang hijau.

5. Jangan melampiaskan perasaan dengan mendatangi tempat hiburan, diskotek, dsb. Karena itu justru malah menambah beban stress kita.

Dari beberapa tips di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa dengan mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, kita bisa mengurangi dan menghilangkan BeTe kita. Semoga kita bisa mengatasi masalah BeTe sedini mungkin.

Dikutip dengan perubahan

Majalah Aksi LA 2003

Temukan Diri Sejati


Ketergesaan dalam kehidupan modern, yang bergerak serba cepat, seringkali membuat kita melupakan diri sendiri dan kehilangan kendali. Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk membawa kita kembali ke diri sejati. Berikut 10 kekuatan yang dapat mengarahkan kita kembali ke diri sendiri dan menemukan sebuah kedamaian.




1. Hadir
Hiduplah untuk saat ini. Masa lalu telah berlalu. Anda tak akan pernah dapat kembali dan mengulang masa masa itu lagi, pun Anda tak akan dapat menghidupkan kembali apa yang ada di masa lalu. Kehidupan ini adalah apa yang sedang Anda jalani saat ini, tak peduli apapun yang telah terjadi. Itu semua nyata dan sempurna. Jangan menengok ke belakang ataupun terlalu memikirkan apa yang akan terjadi di masa mendatang. Pikiran kita selalu menciptakan berbagai percakapan yang mengembangkan rasa takut dan membuat kita berusaha menyelamatkan diri. Katakan pada pikiran Anda yang sibuk berbicara itu: Terima kasih telah bersedia berbagi dan yakinkan Aku di sini, aku ada untukmu. Setiap hari, kita semua harus selalu membuat pilihan dan Andalah yang paling tahu bagaimana membuat hari yang Anda jalani jadi indah.

2. Bersatu Dengan Alam
Duduklah di rerumputan atau di bawah sebuah pohon. Rasakan putaran bumi, keagungan angkasa raya, dinginnya udara yang menerpa wajah Anda, atau kehangatan sinar matahari pagi. Tersenyumlah pada langit yang luas, ucapkan salam pada lebah yang beterbangan dan semua binatang yang Anda jumpai. Berjalan jalanlah di taman atau mendaki perbukitan. Kedekatan dengan alam dapat membawa kesadaran betapa Anda bagian dari jagat raya yang maha luas ini.

3. Berolahrga
Berolahraga secara teratur memberi jeda pada pikiran Anda yang terus berkecamuk, membantu memperlancar peredaran darah, membersihkan racun dari tubuh, dan memberi Anda energi serta banyak keuntungan lain. Pilihlah aktivitas yang memberi Anda kesenangan dan buat perpaduan. Lakukan jalan sehat di satu hari dan latihan Yoga di hari berikutnya. Ikuti latihan erobic dan bertemu banyak orang. Banyak sekali daftar kegiatan yang dapat Anda pilih.

4. Spiritual
Kenali dan sadari Anda adalah pribadi yang penting dan unik. Lakukan meditasi, atau duduk tenang di kesunyian, dan nikmati saat saat itu. Baca buku buku keagamaan atau panduan kepribadian yang membawa pesan positif dan membuat Anda merasa kuat. Jangan lupa bersyukur atas kesehatan yang Anda miliki, rumah, orang orang yang mencintai dan Anda cintai, teman teman yang mengelilingi Anda, serta kebahagiaan dan kegembiraan yang melingkupi hidup Anda.

5. Memaafkan
Saatnya untuk melepaskan. Maafkan seluruh bagian diri Anda, atas segala kekurangan dan ketidaksempurnaan. Maafkan diri Anda untuk semua kesalahan yang pernah Anda buat di masa lalu, maafkan ketakutan masa kecil Anda, maafkan emosi dan kemarahan masa remaja Anda, maafkan masa dewasa awal Anda yang tak mau mengambil resiko. Maafkan kesalahan orang tua Anda, saudara kandung, kerabat dan orang orang di masa lalu. Lepaskan semua uneg uneg. Memaafkan membawa kedamaian dalam jiwa.

6. Bersenang Senang
Beri kesempatan pada diri Anda untuk merasa rileks dan memanjakan diri. Baca buku yang menyenangkan. Keluarkan uang sekali kali untuk membeli hal yang paling Anda inginkan. Lakukan kesenangan hanya untuk diri Anda sendiri.

7. Nutrisi
Dengarkan kebutuhan tubuh Anda. Penuhi kebutuhan tubuh akan makanan bernutrisi. Konsumsi vitamin yang bermanfaat untuk tubuh. Dengan tubuh sehat dan bugar membuat Anda selalu menghargai hidup.

8. Buang Penilaian
Berhentilah menilai dan menyalahkan. Jangan melontarkan kritikan pada orang lain ataupun diri sendiri. Ucapkan kata kata yang memberi dorongan pada diri dan semua orang yang Anda jumpai. Terima orang lain apa adanya, lengkap dengan segala perbedaan yang mereka miliki.

9. Bantu Orang Lain
Hubungi dan ulurkan tangan pada teman yang membutuhkan. Tawarkan bantuan tanpa syarat pada orang lain. Jadilah pendengar yang baik dan benar benar mendengarkan apa yang dikatakan orang lain. Temukan cara untuk membantu orang lain mengangkat beban hidup dengan mendengarkan keluh kesah mereka.

10. Cinta
Cintai diri Anda dan gunakan kata kata positif untuk memberi dorongan. Puji orang lain dengan tulus dan buat mereka tersenyum. Bicaralah dengan penuh kasih dan ketulusan dari dasar hati.
Kesepuluh kunci kekuatan yang disebutkan di atas bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan siapapun. Pelankan sejenak laju hidup Anda yang serba cepat, dan luangkan waktu untuk melakukan kesepuluh hal tersebut. Niscaya Anda akan menemukan keindahan hidup serta kelengkapan diri saja



diambil dari : 10 Kunci Temukan Diri Sejati sarikata.com

JELAJAHI KEKUATAN OTAK

Pada dasarnya setiap orang dapat menjadi jenius. Idealnya memang harus dipersiapkan sejak kecil dengan mengaktifkan fungsi otak untuk mengembangkan kecerdasan-kecerdasan yang menunjang proses pembelajaran. Bagi kita yang telah memasuki usia remaja juga dapat memberdayakan otak secara optimal, untuk itu kita harus mengetahui terlebih dahulu cara kerja otak tersebut.

Percayakah anda bahwa otak manusia lebih hebat dari komputer tercanggih pada saat ini. Pilih menu berikut untuk mengetahui lebih dalam tentang kekuatan otak kita.

Kekuatan Karakter Otak

Mengapa kita tidak menjadi pembelajar yang lebih baik padahal kita memiliki 200 miliar sel otak? (Ini sama banyaknya dengan jumlah bintang di sejumlah galaksi)
Mengapa kita tidak bias lebih baik dalam mengingat sesuatu hal padahal otak kita dapat menyimpan sekitar 100 miliar bit informasi ? (Ini ekuivalen dengan 500 ensiklopedia)
Mengapa kita tidak lebih baik dalam memahami sesuatu hal padahal otak kita mempunyai lebih dari 100 triliun kemungkinan koneksi/sambungan? (Ini akan menjadi computer yang paling canggih)
Mengapa kita tidak lebih kreatif padahal kita rata-rata melakukan 4000 pemikiran setiap 24 jam (Itu berarti Rp 400.000,- /hari apabila satu sen per pikiran)

Kebanyakan dari kita mempunyai kebiasaan masuk ke dalam potongan kecil dari seluruh kemampuan otak kita. Menurut para ilmuwan di Sanford Research Institute kita hanya menggunakan 10 persen dari kemampuan otak kita. Dari 10 persen itu sebagian besar hanya mengoptimalkan belahan otak kiri. Nah, sekarang bias kita bayangkan mengapa akhir-akhir ini banyak kita dapati orang menjadi stress, sibuk memikirkan pelajaran, pekerjaan atau masalah-masalah lain. Hal ini disebabkan karena mereka hanya mengoptimalkan sbagian kecil dari fungsi otak sedangkan bagian yang lainnya tidak dimanfaatkan (90 persen potensi kemampuan otak tetap tidak dikeluarkan).

Struktur Otak
- Otak Reptil (Satpamnya Otak)
Sistem pengamanan otak kita , utamanya dikendalikan oleh system atau otak reptile kita. Otak reptil ini terletak di lapisan paling dalam dari sel otak kita. Ia bekerja secara instinctive otomatis. Pada situasi aman ia bekerja dengan cara normal, seperti biasanya kita. Sedangkan dalam situasi berbahaya atau mengancam ia bekerja dengan cepat dan mengerahkan seluruh kekuatan untuk melawan bahaya atau melarikan diri menghindari bahaya.
Untuk keperluan belajar dan berpikir kreatif, mestinya otak reptile dikondisikan aman. Dalam kondisi aman, otak reptile mampu bekerja dengan baik dan mendukung bagian otak lain untuk belajar. Bahkan dalam kondisi aman ini, memungkinkan otak untuk lebih berani mengungkapkan ide-ide baru. Ide-ide baru yang mungkin belum pernah ditemukan orang, sehingga berkembanglah pemikiran-pemikiran kreatif. Sementara itu dalam situasi terancam otak reptile akan memberintak. Termasuk hal-hal yang mengancam otak reptile adalah takut pada guru, takut tidak lulus, cemas mendapatkan nilai jelek atau ketakutan lainnya.

- Limbik/Mamalian (Manajernya Otak)
Sebuah luar dari lapisan otak reptile terdapat lapisan otak mamalia –lymbic system-lapisan tengah. Otak mamalia berfungsi mengendalikan emosi dan perasaan kita. Peran emosi dalam kehidupan dan dan belajar telah diteliti dengan baik oleh Daniel Goleman, yang dikenal dengan Emotional Intelligence atau EQ.

Pada situasi yang membosankan dan jenuh, otak mamalia bekerja secara negative. Misalkan pada siang yang panas, kita diminta untuk membuat suatu karangan di dalam kelas. Apa yang kita rasakan?
Mungkin malas, bosan atau jenuh. Sebaliknya apabila otak mamalia kita dibuat tergugah, termotivasi, terpancing dan bersemangat maka kita akan mampu menyelesaikan beragam persoalan dengan lebih baik. Untuk contoh di atas apabila diberikan alternative penyelesaian yang lebih menarik, misalkan siswa boleh membuat karangan di mana saja yang dianggap nyaman. Boleh di taman, di perpustakaan, dan lain-lain. Bila otak mamalia sudah mendukung hasil belajar akan lebih optimal.

- Neocortex (Direkturnya Otak)
Lapisan sebelah luar dari otak mamalia adalah lapisan otak neocortex. Lapisan terluar yang hanya dimiliki oleh manusia tidak oleh mahluk lain. Keberadaan otak neocortex menjadi keistimewaan manusia. Dengan neocortex manusia mampu membaca dan menulis puisi, mampu melakukan perhitungan yang rumit, menyusun rumus-rumus dan sebagainya. Tak ada satupun binatang yang mampu melakukannya.

Satu hal penting yang harus digarisbawahi adalah otak neocortex dapat bekerja secara optimal jika didukung oleh dua lapisan otak yang lebih bawah yaitu mamalia dan reptile. Neocortex dapat berpikir secara kreatif jika emosinya senang, bersemangat, termotivasi dan instinknya merasa aman. Sebaliknya otak neocortex tidak dapat bekerja dengan baik jika otak mamalia bosan dan otak reptile terancam.

Belahan Otak Kiri dan Kanan
Keberbakatan, kepandaian dan kreatifitas ditentukan oleh struktur otak. Cerebaral cortex otak dibagi dalam dua belahan, belahan otak kiri (left hemisphere) dan belahan otak kanan (right hemisphere) yang disambung oleh segumpal serabut yang disebut corpus callosum.

Belahan otak kanan menguasai dan mengatur belahan kiri badan, sedangkan belahan otak kiri menguasai dan mengatur belahan kanan badan. Respon, tugas dan fungsi belahan otak kiri dan kanan berbeda dalam menghayati berbagai pengalaman belajar, sebagaimana seseorang mengalami realitas secara berbeda-beda dan unik. Belahan otak kiri terutama berfungsi untuk berpikir rasional, analitis, berurutan, linier, saintifik (seperti untuk belajar membaca, bahasa, aspek berhitung dari matematika). Jadi bagian otak ini yang digunakan untuk berpikir mengenai halhal yang bersifat matematis dan ilmiah.

Kita dapat memfokuskan diri pada garis dan rumus, dengan mengabaikan kepelikan tentang warna dan irama. Belahan otak kanan berfungsi untuk berpikir holistic, spasial, metaphoric dan lebih banyak menyerap konsep matematika, sintesis, mengetahui secara intuitif, elaborasi, dan variable serta dimensi humanistic mistik. Otak kanan ini mengurusi masalah pemikiran yang abstrak dengan penuh imajinasi. Misalnya warna, ritme, musik, dan proses pemikiranlain yang memerlukankreativitas, orisinalitas, daya cipta, dan bakat artistic. Pemikiran otak kanan lebih santai, kurang terikat oleh parameter ilmiah dan matematis. Kita dapat melibatkan diri dengan segala rupa dan bentuk, warnawarni dan kelembutan, dan mengabaikan segala ukuran dan dimensi yang mengikat.

Seseorang yang semata-mata menggunakan salah satu sisi otak saja seringkali mengalami kesulitan menggunakan sisi otak yang lain secara bergantian. Karena itulah mereka yang terdidik untuk lebih dominant berpikir secara logis akan cenderung mengabaikan kemampuan kreativitasnya, sehingga akan mengalami keterbatasan kemampuan untuk berpikir di luar batas rasional yang telah diajarkan padanya. Ia akan menjadi seseorang yang berpikir dengan dimensi tunggal dan meyakini bahwa caranya tersebut adalah yang paling efektif.

Misalnya seseorang yang tidak pernah diajarkan untuk menggunakan pola piker yang logis dan rasional akan menjadi seorang pelukis dan desainer yang hebat, tetapi kurang terbiasa dengan gambar arsitektural yang memerlukan pemikiran logis dengan susunan dan perhitungan analitis.
Juga ditemukan fakta,bahwa salah satu sisi otak yang kurang dipergunakan tersebut diaktifkan, seringkali hasilnya akan menjadi jauh lebih efektif dibandingkan hanya salah satu bagian saja yang aktif. Ternyata, bila kedua sisi otak tersebut dapat bekerja secara bergantian sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi maka akan terjadi suatu sinergi yang memberikan hasil akhir yang lebih baik.

Pemberian beban yang sama kepada kedua dimensi pikiran ini, kita dapat berpikir lebih efektif dengan santai. Daripada hanya terbiasa dengan pola berpikir secara ilmiah atau imajinatif, tentu akan jauh lebih baik lagi bila kita mampu berpikir dengan kedua pola tersebut secara terpadu. Untuk memperoleh kemampuan tersebut, anda hanya perlu melatih pengembangan kekuatan otak anda seluruhnya, dan potensi tersebut terdapat pada diri setiap orang, termasuk ANDA

MENGOPTIMALKAN KERJA OTAK
- A. Menghafal Cepat
Ada 6 tips kita dapat menghafal dengan cepat.

1. Indera
Keterampilan memperhatikan perlu kita pelajari, karena akan sulit mengingat sesuatu apabila kita tidak memperhatikan dari awal. Dengan menggunakan kombinasi penglihatan (mata), bunyi (telinga), gerak (tangan dan kaki), bau (hidung),
dan rasa (lidah), akan menciptakan memori terkuat.

2. Buat Kesan
Untuk membuat sesuatu dapat diingat buat menjadi berkesan, buat kesan objek yang akan kita ingat secara imajinatif dan berlebih-lebihan.

3. Mainkan Emosi
Kesan yang bermuatan cinta, kebahagiaan, dan kesedihan mudah untuk diingat. Dengan menggunakan kesan dari perasaan hangat, perasaan yang membuat jantung kita berdegup kencang dan memancarkan kebahagiaan, akan membantu memori kita.

4. Asosiasi dan Imajinasi
Gunakan asosiasi dan imajinasi pribadi kita seperti anggota-anggota keluarga kita, rumah kita, kantor, teman-teman, peristiwa, dan hal-hal yang istimewa bagi kita.

5. Repitisi
Berkonsentrasilah secara penuh pada materi yang sedang dipelajari dan mengulangnya dengan cara yang berbeda dan kreatif seperti mengucapkannya keras-keras dan lebih baik bila dibuat peta pikiran.

6. Buat Password
Usahakan mengingat bagian pertama dan terakhir karena bagian tersebut paling mudah untuk diingat. Buat password untuk bagian-bagian tersebut dan jadikan keyword untuk mengingat bagian-bagian lain.

- B. Memahami Bacaan dengan cepat
Langkah-langkah yang harus kita lakukan agar dapat memahami bacaan dengan cepat adalah sebagai berikut:
1. Bacalah hanya kata-kata yang penting seperti judul, sub judul, kata bercetak tebal, bergaris miring dan buat peta pikiran.
2. Renungkanlah apa yang telah diperoleh dari langkah pertama, hubungkan masing-masing sub judul dengan judul.
Pikirkan dengan cara menerka-nerka apa yang kira-kira dibahas dalam judul. Dengan menerka-nerka berarti mengaktifkan fungsi kerja otak.
3. Baca kembali kata-kata penting satu kalimat pertama untuk setiap paragraph, karena biasanya ide utama setiap paragraph ada di kalimat utama yaitu kalimat pertama masing-masing paragraph, terutama untuk tulisan karya ilmiah.
4. Renungkan kembali apa yang telah kita peroleh. Biasanya kita telah memahami isi tulisan secara umum dan menyeluruh. Apabila muncul pertanyaan dalam tulisan yang sedang kit abaca untuk mengetahui lebih detil lagi, tebaklah jawaban-jawaban yang mungkin menurut kita. Benar atau salah tebakan kita bukan masalah yang jelas dengan menebak otak kita menjadi lebih aktif
5. Bacalah bagian bacaan yang menurut kita perlu atau menarik. Renungkan kembali apa yang telah kita peroleh. Ulangi langkah ini, lengkapi dengan membuat peta pikiran.

- C. Berhitung Cepat
Ada banyak teknik berhitung cepat, berikut beberapa teknik yang dapat membantu kita untuk berhitung lebih cepat.


1. Kuadrat 2 angka
a. Bila angka satuannya berupa angka 5, kerjakan dengan cara sebagai berikut:
422 = 2025 dari 4x(4+1) = 20 dan 52 = 25 menjadi 2025
152 = 225 dari 1x(1+1) = 2 dan 52 = 25 menjadi 225
b. Bila angka puluhannya berupa angka 5,
562 = 3136 dari 52+6 = 31 dan 62 = 36 menjadi 3136
572 = 3249 dari 52+7 = 32 dan 72 = 49 menjadi 3249
c. Bila angkanya sembarang,
642 = 2.6.4 = 48 532 = 2.5.3 = 30
62.42 = 3616 52.32 = 25-9
= 4096 = 2509

2. Perkalian 11
12 x 11 = 132
Perhatikan angka 12 nya saja; dari kiri ke kanan, tambahkan kanannya;
2 + 0 = 2 dan 0 + 1 = 1
14 x 11 = 154
4 + 0 = 4 dan 1 + 4 = 5 dan 0 + 1 = 1

Setelah membaca rubrik ini anda sudah memiliki pengetahuan tentang bagaimana otak kita bekerja dan bagaimana cara mengoptimalkan kerjanya. Sekarang anda dapat mencoba dan mengaplikasikannya.

Semoga sukses.


Dikutip dari web(lupa namanya, saya download artikelnya berformat pdf)

Lelaki yang disuka


1. Percaya Diri
Keyakinan diri adalah kualiti utama yang sering dicari oleh wanita. Lakukan perkara yang terbaik misalnya kalau anda mahir bermain badminton, maka teruskan bermain badminton dan juga cuba bermain bola sepak. Secara tidak langsung bakat dan kemahiran yang dimiliki akan menjadi lebih baik. Berdiri tegak ketika bercakap. Anda juga boleh melakukan senaman di bahagian belakang. Tetapi cara terbaik untuk membuatkan anda yakin pada diri sendiri ialah memandang wanita tepat pada matanya. Cara ini membuatkan anda kelihatan lebih yakin dan matang. Si dia juga akan memberi tindak balas yang lebih baik.

2. Lelaki Lucu
Jangan bercakap terlalu serius atau ketawa yang dibuat-buat. Anda dinasihatkan agar tidak bersama teman wanita ketika si dia bersedih. Kemungkinan ini akan membuatkan dirinya lebih berduka. Paling tidak, cuba mengingati filem atau kisah lucu yang anda pernah tonton lalu menceritakan kepadanya agar si dia kembali tersenyum. Pujukan dengan cara ini lebih menikamkalbu daripada memaksakan diri mewujudkan suasana ceria. Anda boleh mencari idea agar si dia dapat melupakan krisis yang dihadapinya. Di samping itu anda juga boleh membantunya menyelesaikan kekusutan yang melanda jiwanya.

3. Romantik
Wanita sebenarnya menginginkan lelaki yang romantik. Dan harus diingat romantik bukan bermakna gatal atau miang. Lelaki yang romantik ialah pandai mengambil hati dan bijak berkata-kata. Sikap yang mengambil berat tentang diri mereka dan penyayang menjadi salah satu aspek yang sering diberi perhatian oleh wanita. Biarpun mereka kelihatan rugged atau agresif tetapi dalam hal pemilihan teman lelaki kebanyakannya mahukan yang romantik.

4. Lelaki Bijak
Wanita sering bermimpikan lelaki yang bijak pandai. Untuk kecergasan, selalulah bersenam kerana ini akan menambahkan jumlah oksigen ke dalam otak. Fikiran menjadi lapang dan otak mudah menerima ilmu atau perkara baru. Wanita gemarkan lelaki yang bijak dan rajin membaca. Tidak semestinya anda seorang ahli akademik tetapi anda boleh mencubanya. Pakai cermin mata tanpa kuasa kerana ini akan memperlihatkan anda seorang yang intelek. Selain kacak, hati wanita mudah cair dengan lelaki yang kelihatan intelek.

5. Suka Kanak-Kanak
Wanita menganggap seorang lelaki bijak adalah berpengetahuan luas dalam pelbagai bidang termasuk menjaga kanak-kanak. Hati wanita mudah tersentuh dengan lelaki yang sukakan kanak-kanak. Ini membuktikan anda layak menjadi bapa yang penyayang.

6. Bijak Berdandan
Lelaki juga hendaklah bijak merawat atau memanjakan tubuh. Selain pakaian yang sesuai dan kemas, kebersihan tubuh juga hendaklah diberi tumpuan. Selain itu, kuku hendaklah dipotong rapi dan bersih.

7 Hambatan Untuk Menjadi Kreatif


Siapa bilang kreativitas hanya milik para seniman? Siapa bilang kreativitias hanya milik orang muda? Siapa bilang orang sukses saja yang kreatif? MenurutCarol K Bowman (Creativity in Business), setiap orang memiliki kreativitas. Bahkan, mereka yang sudah di atas 45 tahun sekalipun masih dianugerahi kemampuan untuk menjadi kreatif. Pendeknya, selama otak masih berfungsi, kreativitas masih mengalir dalam diri seseorang. Lalu, jika demikian mengapa banyak orang belum mampu memanfaatkan kreativitas mereka secara optimal?
Ternyata ada banyak hambatan untuk menjadi kreatif, 7 diantaranya dapat Anda simak disini. Kenali hambatan-hambatan tersebut, siapa tahu beberapa diantaranya dapat Anda temukan disini? Lalu ambilah strategi dan tindakan untuk mengasah kembali daya kreativitas Anda.
Hambatan 1: Rasa Takut
"Mengapa kamu tidak mencoba cara baru saja untuk menyelesaikan pekerjaan ini dengan lebih cepat?" "Ah, saya takut gagal. Kalau saya gagal atau salah, saya pasti dimarahi, bos! Jadi lebih baik saya kerjakan saja sesuai dengan yang diperintahkan." Yah, rasa takut gagal, takut salah, takut dimarahi, dan rasa takut lainnya sering menghambat seseorang untuk berpikir kreatif. Tahukah Anda bahwa Abraham Lincoln sebelum menjadi presiden, berkali-kali kalah dalam pemilihan sebagai senator dan juga presiden? Tahukah Anda bahwa Spence Silver (3M) yang gagal menciptakan lem kuat, akhirnya menemukan `post-it' notes?
Hambatan 2: Rasa Puas
"Mengapa saya harus coba sesuatu yang baru? Dengan begini saja saya sudah nyaman." "Saya sudah sukses. Apa lagi yang harus saya cemaskan?" Ternyata bukan masalah saja yang bisa menjadi hambatan. Kesuksesan, kepandaian dan kenyamananpun bisa jadi hambatan. Orang yang sudah puas akan prestasi yang diraihnya, serta telah merasa nyaman dengan kondisi yang dijalaninya seringkali terbutakan oleh rasa bangga dan rasa puas tersebut sehingga orang tersebut tidak terdorong untuk menjadi kreatif mencoba yang baru, belajar sesuatu yang baru, ataupun menciptakan sesuatu yang baru. Apple Computer yang pernah menjadi nomor satu sebagai produsen komputer, pernah tergilas oleh para pemain baru di industri ini karena Apple telah terpaku pada keberhasilannya sebagai yang nomor satu, sehingga menjadi lengah untuk menawarkan sesuatu yang baru pada target pasar sampai perusahaan ini terhenyak dengan munculnya pesaing yang berhasil menggeser kedudukan Apple. Namun, belajar dari kesalahan, Apple berusaha bangkit kembali dengan produk-produk baru andalan mereka.
Hambatan 3: Rutinitas Tinggi
"Coba-coba yang baru? Aduh mana sempat? Pekerjaan rutin saja tidak ada habis-habisnya." Apakah kalimat ini pernah Anda ucapkan? Jika ya, berarti rutinitas pernah menjadi hambatan bagi Anda untuk memanfaatkan kemampuan Anda untuk berpikir kreatif. Mungkin Anda perlu menyisihkan waktu khusus untuk mengisi `kehausan' Anda akan kreativitas, misalnya baca buku tiap minggu (anda bisa menemukan ide brilian yang bisa Anda adaptasi, atau perbaiki), perluas lingkungan sosial Anda dengan mengikuti perkumpulan-perkumpulan di luar pekerjaan Anda (siapa tahu Anda bertemu dengan orang-orang yang bisa mendukung Anda ke jenjang sukses). Tahukah Anda bahwa Mariah Carey sengaja menyisihkan waktu dari kegiatan rutinnya sebagai penyanyi latar untuk memperluas pergaulannya? Mariah berusaha masuk ke lingkungan pergaulan para petinggi di dunia musik internasional sebelum akhirnya bertemu dengan produser musik yang bersedia mensponsori album pertamanya yang langsung menjadi hit dunia?
Hambatan 4: Kemalasan Mental
"Untuk mencoba yang baru berarti saya harus belajar dulu. Aduh, susah. Terlalu banyak yang harus saya pelajari. Biar yang lain saja yang belajar." "Memikirkan cara lain? Wah, sekarang saja sudah banyak yang harus saya pikirkan. Lagipula memikirkan cara baru bukan tugas saya, biarlah atasan saya saja yang memikirkannya." Ini merupakan beberapa contoh kemalasan mental yang menjadi hambatan untuk berpikir kreatif. Tidak heran jika orang yang malas menggunakan kemampuan otaknya untuk berpikir kreatif sering tertinggal dalam karir dan prestasi kerja oleh orang-orang yang tidak malas untuk mengasah otaknya guna memikirkan sesuatu yang baru, ataupun mencoba yang baru.
Tahukah Anda bahwa Thomas Alva Edison tidak berhenti berusaha untuk memikirkan cara yang lebih baik dari eksperimen sebelumnya sampai puluhankali sebelum akhirnya ia menemukan lampu pijar? Bayangkan apa yang akan terjadi jika pada kegagalan pertama, Edison malas berpikir untuk mengasah kreativitasnya dan melanjutkan ke eksperimen-eksperimen berikutnya?
Hambatan 5: Birokrasi
"Saya bosan menyampaikan ide lagi. Ide saya yang enam bulan lalu saya sampaikan, belum ada kabarnya apakah diterima atau tidak?" Seringkali karyawan atau pelanggan mengeluh karena ide atau usulan mereka tidak ditanggapi. Hal ini bisa saja terjadi karena proses pengambilan keputusanyang lama, atau karena proses birokrasi yang terlalu berliku-liku. Kondisi seperti ini sering mematahkan semangat orang untuk berkreasi ataupun menyampaikan ide dan usulan perbaikan. Biasanya semakin besar organisasi, semakin panjang proses birokrasi, sehingga masalah yang terjadi di lapangan tidak bisa langsung terdeteksi oleh top management karena harus melewati rantai birokrasi yang panjang. Belajar dari pengalaman dan hasil studi di bidang manajemen, banyak organisasi dunia yang sekarang memecah diri menjadi unit-unit bisnisyang lebih kecil untuk memperpendek birokrasi agar bisa lebih gesit dalam berkreasi menampilkan ide-ide segar bagi para pelanggan ataupun dalam kecepatan mendapatkan solusi.
Hambatan 6: Terpaku Pada Masalah
Masalah seperti kegagalan, kesulitan, kekalahan, kerugian memang menyakitkan . Tetapi bukan berarti usaha kita untuk memperbaiki ataupun mengatasi masalah tersebut harus terhenti. Justru dengan adanya masalah, kita merasa terdorong untuk memacu kreativitas agar dapat menemukan cara lain yang lebih baik, lebih cepat, lebih efektif. Tahukah Anda bahwa Colonel Sanders menghadapi kesulitan dalam menjual resep ayam goreng tepungnya? Namun, ia tidak terpaku pada kesulitan tersebut, ia memanfaatkan kreativitasnya sampai akhirnya ia mendapat ide untuk menggunakan sendiri resep tersebut dengan mendirikan restoran cepat saji dengan menu utama ayam goreng tepung. Idenya ini terbukti manjur membukukan suksesnya sebagai salah satu pebisnis waralaba terbesar di dunia.
Hambatan 7: "Stereotyping"
Lingkungan dan budaya sekitar kita yang membentuk opini atau pendapat umum terhadap sesuatu (stereotyping) bisa juga menjadi hambatan dalam berpikir kreatif. Misalnya saja pada zaman Kartini, masyarakat menganggap bahwa sudah sewajarnyalah jika wanita tinggal di rumah saja, tidak perlu pendidikan tinggi, dan hanya bertugas untuk melayani keluarga saja, tidak usah berkarir di luar rumah. Apa jadinya jika wanita-wanita hebat seperti Kartini, Dewi Sartika, Tjut Njak Dhien menerima saja semua pandangan umum yang berlaku di masyarakat saat itu? Mungkin Indonesia tidak akan pernah menikmati jasa yang diperkaya oleh keterlibatan para wanita profesional, misalnya: mendapatkan layanan dokter wanita, menikmati kreasi arsitek dan seniman wanita, mendapatkan hasil didikan guru wanita, mengirim diplomat wanita sebagai duta Indonesia, atau bahkan dipimpin oleh seorang presiden direktur, bahkan presiden (pimpinan negara) wanita. Kreativitas memang masih harus ditunjang dengan senjata sukses lainnya. Tetapi, orang yang memiliki dan bisa mengoptimalkan kreativitas mereka bisa menggeser mereka yang tidak memanfaatkan kreativitas mereka. Lalu, bagaimana jika Anda mengalami hambatan untuk mengoptimalkan kreativitas Anda? Tidak perlu panik. Kenali hambatannya, atasi, dan ambil tindakan untuk mengasah kembali kreativitas Anda. Kreativitas itu ibarat sebuah intan, semakin diasah semakin berkilau. Jadi sudah siapkah Anda untuk membuat kreativitas Anda agar semakin berkilau?


Dikutip dari
Oleh: Prof. Roy Sembel,
Direktur MM Finance and Investment, Universitas Bina Nusantara Sandra Sembel, Pemerhati dan praktisi pengembangan SDM

Mengenali Tipe kepribadian orang lain

Kesuksesan seseorang dalam bekerja sangat ditentukan oleh kecocokan kepribadian orang tersebut dengan tempatnya bekerja. Orang-orang yang memiliki tipe kepribadian yang sama dengan karakteristik pekerjaannya akan menikmati pekerjaannya dengan totalitas.

  1. Tipe Konvensional (Konvensional Personality)

Tipikal : sangat hati-hati, patuh, metodik, penurut teguh, praktis, dan ekonomis

Pekerjaan yang cocok : reseptionist, sekretaris, operator komputer, dan akuntan.

  1. Tipe Sosial (Social Personality)

Tipikal : menyukai orang lain, suka bergaul, bersahabat,suka menolong, suka memberi, baik, idealis, penuh tanggung jawab, pandai menyesuaikan diri.

Pekerjaan yang cocok : guru di berbagai level, penyembuh dan pembimbing, dan konsultasi manajemen.

  1. Tipe Investigatif (Infestigatif Personality)

Tipikal : sangat kritis, rasional, kompleks, analitis sungguh-sungguh, cermat, introspektif, tidak suka berasumsi, sangat bebas, dan siap untuk menjadi orang yang tidak populer.

Pekerjaan yang cocok : Ilmuan, dokter, penterjemah, surveyor, dan peneliti.

  1. Tipe Realistik (Rrealistic Personality)

Tipikal: keras kepala, materialistis, praktis, tidak suks berkelompok, terus terang, dan fleksibel.

Pekerjaan yang cocok : Pengemudi,mekanik, juru masak, insinyur, dan petani.

  1. Tipe Wira Usaha (Enterprising Personality)

Tipikal : percayadiri, memiliki banyak minat, fleksibel, ambisius,ingin menonjol, advonturir, enerjik, suka mencari kesenangan, pandai berbasa-basi, bisa membuat sesuatu menjasdi sangat menarik, optimis, selalu ingin mencoba sesuatu, sering memberi inspirasi kepada orang lain sebesar kepercayaan dirinya.

Pekerjaan yang cocok.: politisi, salesman, eksekutif, manager, dan pengusaha.

 

Usage Rights

DesignBlog BloggerTheme comes under a Creative Commons License.This template is free of charge to create a personal blog.You can make changes to the templates to suit your needs.But You must keep the footer links Intact.